Walaupun Diguyur Hujan Deras, Gubernur Riau Resmikan Tiga Proyek Infrasruktur Bernilai Rp721 Miliar

RIAUEXPOSE.COM, Pekanbaru – Walaupun ditengah guyuran hujan deras, Gubernur Riau Wan Thamrin Hasyim meresmikan tiga proyek strategis yakni Jembatan Siak IV dan dua jembatan layang dengan total nilai kontrak Rp721,3 miliar di Kota Pekanbaru.

Wan Thamrin mengatakan, pembangunan Jembatan Siak IV, Jembatan Layang Simpang SKA, dan Jembatan Layang Simpang Pasar Pagi Arengka merupakan program strategis dan prioritas untuk mengatasi kemacetan di Kota Pekanbaru.

Menurut dia, ketiga proyek infrastruktur itu dibangun untuk menjawab tantangan dan keluhan masyarakat Kota Pekanbaru yang semakin berkembang.

“Pembangunan Jembatan Siak IV telah dimulai dari 2009 dengan program ‘multi years’. Alhamdulillah, pembangunan Jembatan Siak IV ini pun dapat kita selesaikan pada tahun ini,” katanya.

Acara peresmian berlangsung di tengah Jembatan Siak IV saat hujan deras mengguyur Pekanbaru.

Total dana pembangunan jembatan tersebut mencapai Rp483,68 miliar.

Turut hadir dalam acara tersebut di antaranya Ketua DPRD Riau Septina Primawati, Wali Kota Pekanbaru Firdaus MT, tokoh adat, dan mantan Gubernur Riau Arsyadjuliandi Rachman.

Wan Thamrin mengatakan Jembatan Siak IV diberi nama Jembatan Sultan Abdul Jalil Alamuddin Syah atau bisa juga disebut Jembatan Marhum Bukit.

Sultan Abdul Jalil Alamuddin Syah merupakan Sultan Ke-4 Kerajaan Siak Sri Indrapura, yang bergelar Marhum Bukit.

“Ini merupakan keputusan bersama dari unsur adat dan tokoh masyarakat yang dibentuk dalam tim kecil dengan keputusan Gubernur Nomor Kpts 458/II/2019. Semoga jembatan ini menjadi sebuah ikon baru Provinsi Riau dan menjadi kebanggaan masyarakat Bumi Melayu Lancang Kuning,” katanya.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Riau Dadang Eko Purwanto menambahkan Jembatan Siak IV akan mengimbangi pesatnya perkembangan Kota Pekanbaru wilayah utara, dengan Jalan Jenderal Sudirman yang merupakan jalan protokol, terhalang aliran Sungai Siak, sehingga perlu jalan penghubung wilayah Pekanbaru Kota dengan wilayah Pekanbaru Utara.

Pembangunan Jembatan Siak IV dimulai pada 2009 pada masa Gubernur Riau HM Rusli Zainal dengan nilai kontrak sebesar Rp9,396 miliar.

Pada 2010 pelaksanaan fisik dilanjutkan dengan nilai kontrak sebesar Rp16,938 miliar.

Pelaksanaan pekerjaan selanjutnya dilaksanakan dengan kontrak tahun jamak (multi years) yakni 2010-2013 dengan nilai kontrak Rp348,138 miliar.

Namun, pada masa Gubernur Riau dijabat Annas Maamun, proyek itu dihentikan pada 2014 karena dinilai Annas tidak bermanfaat dan hanya menguntungkan orang kaya yang punya mobil.

Annas tidak lama menjadi gubernur karena terjerat kasus korupsi. Proyek Jembatan Siak IV pun dilanjutkan lagi Arsyadjuliandi Rachman yang menggantikan Annas sebagai Gubernur Riau.

Setelah sempat vakum, pelaksanaan pembangunan Jembatan Siak IV dilanjutkan dengan kontrak multiyears 2017-2018 dengan nilai Rp109,218 miliar.

Dadang menjelaskan Jembatan Siak IV memiliki total panjang jembatan 800 meter, dengan konstruksi “steel deck girder” yang memiliki 14 titik kabel di bagian hulu dan hilir.

Tinggi pylon jembatan 75 meter dengan jenis konstruksi beton.

Jembatan Layang

Sementara itu, total dana untuk pembangunan dua jembatan layang mencapai Rp237,63 miliar.

Dadang menjelaskan proyek Jembatan Layang Simpang Pasar Pagi Arengka dimulai 16 Maret 2018, dengan penambahan waktu 37 hari kalender, sehingga selesai 31 Januari 2019.

Nilai kontrak sebesar Rp78,384 miliar bersumber dari APBD Provinsi Riau Tahun Anggaran 2018.

Data Teknis Jembatan Layang Simpang Pasar Pagi Arengka yakni panjangnya 401,36 meter, bentang utama 115 meter, dan lebar jembatan layang sembilan meter.

Sedang, Jembatan Layang Simpang SKA memiliki panjang 700 meter, bentang utama 82,5 meter, dan lebar jembatan layang 18 meter.

Masa pelaksanaan pembangunan Jembatan Layang Simpang SKA dimulai 12 Maret 2018, dengan penambahan waktu 60 hari kalender, sehingga selesai dikerjakan pada 19 Februari 2019.

Nilai kontrak Jembatan Layang Simpang SKA adalah Rp159,255 miliar dengan sumber APBD Provinsi Riau Tahun Anggaran 2018.

“Semoga dengan adanya ketiga infrastruktur ini akan dapat mendukung program-program pemerintah Provinsi Riau di masa mendatang,” katanya.

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.

Comment moderation is enabled. Your comment may take some time to appear.