Uni Afrika Nyatakan Tantangan Perdamaian Keamanan Paling Mendesak

RIAUEXPOSE.COM, Addis Ababa, Ethiopia – Uni Afrika (AU) pada Jumat (30/11) menyatakan tantangan perdamaian dan keamanan saat ini adalah kemunduran paling mendesak yang mempengaruhi perbaikan di Afrika dan rakyatnya.

Afrika adalah negara yang menjadi tempat delapan operasi pemelihara perdamaian PBB, dan mendominasi lebih dari 60 persen agenda Dewan Keamanan PBB, kata Komisaris AU bagi Perdamaian dan Keamanan Smail Chergui.

“Banyak wilayah dan negara Afrika masih terjebak di dalam lingkaran konflik keji dengan konsekuensi yang menghancurkan yang merusak agenda penyatuan dan pembangunan di benua itu,” kata Chergui, sebagaimana dikutip Xinhua –yang dipantau Antara di Jakarta, Sabtu siang.

Chergui juga mengungkapkan bahwa tantangan lama bagi perdamaian dan keamanan seperti persaingan politik, ketegangan suku atau kerusuhan dalam pemilihan umum sekarang ditambah parah dengan munculnya tantangan keamanan non-tradisional seperti terorisme dan kejahatan trans-nasional, penyelundupan narkotika, dan persaingan rumit antara negara adi-daya, yang telah meningkatkan kehadiran militer di beberapa bagian benua tersebut.

“Di antara banyak tantangan yang dihadapi Benua Afrika, upaya untuk mewujdukan perdamaian dan keamanan tak diragukan menjadi yang paling mendesak,” kata Komisaris AU itu.

“Yang lebih mendesak buat kami ialah mengakhiri konflik yang aktif di Libya, Wilayah Sahel, Tanduk Afrika, Lembah Danau Chad dan Wilayah Danau Raya,” ia menambahkan.

Para pemimpin Afrika, selama pertemuan puncak luar biasa ke-11 AU, yang diselenggarakan pada awal November di Markas AU di Ibu Kota Ethiopia, Addis Ababa, telah meluncurkan Dana Perdamaian AU dengan tujuan utama penanggulangan konflik di benua itu.

Dana Perdamaian AU, yang baru diluncurkan, berkisar pada tiga daerah tematis utama, pelaksanaan penengahan dan diplomasi pencegahan, kemampuan kelembagaan dan operasi pendukung perdamaian.

Chergui pada Jumat mengungkapkan bahwa AU telah mencatat sumbangan sebesar 60,5 juta dolar AS dari negara anggotanya untuk Dana Perdamaian.

Blok pan-Afrika tersebut telah memproyeksikan untuk mengumpulkan sumbangan 100 juta dolar AS sampai awal 2019, berdasarkan komitmen tambahan yang disampaikan selama pertemuan kepala negara belum lama ini.

Recommend to friends
  • gplus
  • pinterest

About the Author

Leave a comment