Festival Nusantara Marandang Di Meriahkan Pergelaran Fashion Show Minang

RIAUEXPOSE.COM, Padang- Fashion show karya perancang busana Sumatera Barat ikut meramaikan Festival Nusantara Marandang yang digelar di lapangan parkir Senayan, Jakarta Pusat, Minggu.

Belasan model yang berlenggak lenggok memperagakan hasil kreatifitas perancang yang memadukan kain-kain khas Minang dengan sentuhan modren itu, berhasil menarik perhatian pengunjung festival.

Dua orang perancang busana Sumbar, Emi Arlin dan Rona Rahayu Yunus menyebut tema yang mereka angkat adalah revealed Minangkabau atau menyibak Minangkabau.

Dua warisan tradisi busana Minangkabau masing-masing sulaman dan songket yang merupakan dua jenis kain berbeda, disatukan dalam sebuah konsep yang lebih berani dan modern.

Keduanya dipadukan secara harmonis dan saling menguatkan sebagai sebuah warisan budaya.

Berbeda dengan penggunaan songket dan sulaman yang selama ini identik dengan kegiatan seremonial adat, keduanya kini hadir dalam balutan yang lebih estetik sebagai salah satu pilihan dalam berbusana wanita modern, dengan nuansa etnik, dinamis dan berani.

Sulaman dalam ornamen pakaian yang digunakan adalah Sulam Banang Ameh (Sulam Benang Emas) kepala peniti. Detailnya sulaman benang katun dan sutra yang halus, dengan visual membentuk lingkaran kecil-kecil, dan perpaduan warna yang harmonis, membuat sulaman ini terlihat halus, detail dan hidup.

Sementara songket yang digunakan adalah Songket Silungkang, dengan kain yang tegas, elegant, namun tidak menghilangkan keluwesannya.

Keduanya (songket dan sulaman) dipadukan dalam ritme yang harmonis akhirnya disempurnakan dengan detail mote yang menghidupkan motifnya.

Sementara itu Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Sumbar, Nevi Zuairina menyebutkan fashion show yang digelar merupakan upaya untuk mengembangkan kreativitas para perancang busana dan pengrajin kain di Sumbar, agar memiliki segment pasar yang lebih luas.

“Bidang fashion merupakan salah satu industri penting dalam pengembangan Industri Kreatif di Indonesia. Fashion menyumbang 30% dari seluruh sektor Industri Kreatif terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) Nasional. Kreatifitas perancang busana ini patut didukung,” katanya.

Fashion show itu juga bertujuan untuk mengangkat kekayaan dan keunikan ragam hias, songket, batik minang, dan tenun yang dimilki Sumbar untuk terus dikenal dan menjadi warisan dari keberagaman warisan budaya dunia.

Festival Nusantara Marandang yang kental dengan cita rasa Minang, sangat tepat menjadi tempat peragaan busana yang juga menampilkan kekayaan kerajinan kain asal Sumbar.

Pengunjung seakan disajikan mozaik yang lebih lengkap tentang Sumbar yang tidak hanya punya potensi kuliner lezat, tetapi juga kerajinan kain dan kreatifitas perancang busana yang tidak kalah dengan desaigner nasional.

Lokasi acara di parkir timur Senayan yang banyak dikunjungi masyarakat dari latar belakang berbeda, bahkan dari luar negeri menjadi nilai tambah untuk mengenalkan hasil karya perancang busana Sumbar ke pasar Nasional dan Internasional.

Festival Nusantara Marandang adalah kegiatan yang dirancang untuk memperkenalkan kuliner khas Minang yaitu randang pada masyarakat nasional dan internasional.

Hasil kerajinan kain dan karya perancang busana Sumbar yang ikut ditampilkan dalam acara itu semakin menguatkan tujuan promosi daerah itu.

Gubernur Sumbar Irwan Prayitno berharap semakin dikenal kuliner dan kerajinan Ranah Minang, semakin banyak pula yang penasaran dan tertarik untuk datang ke daerah itu sehingga jumlah kunjungan wisatawan meningkat.

Recommend to friends
  • gplus
  • pinterest

About the Author

Leave a comment