Ditutupi Kabut Asap Tebal, Pesawat Berputar-putar Dilangit Pekanbaru

Baner Iklan 1, 2, 3

RIAUEXPOSE.COM, PEKANBARU – Akibat dari kabut asap yang berasal dari Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di Provinsi Riau, jarak pandang di kota Pekanbaru hanya berkisar 500 sampai dengan 600 meter.

Dan akibat minimnya jarak pandang tersebut, sebanyak 3 unit pesawat tidak dapat mendarat dengan tepat waktu di Bandara Sultan Syarif Kasim II Pekanbaru, Ahad (22/09) pagi.

“Pesawat itu adalah Citilink dan Batik Air dari Jakarta. Kemudian Malindo Air dari Subang ke Pekanbaru,” ujar Officer in Charge Bandara SSK II Pekanbaru, Benni Netra.

Dikatakan Benni, pesawat Batik Air seharusnya sudah mendarat di Pekanbaru pada pukul 07.35 WIB, Citilink pukul 08.15 WIB dan Malindo Air pukul 08.30 WIB.

Selain itu pesawat dari Lion Air juga seharusnya sudah mendarat pada pukul 09.00 WIB.

Baner Iklan 1, 2, 3

“Biasanya untuk landing pilot akan memastikan jarak aman untuk keselamatan dalam pendaratan. Saat ini jarak pandang masih 600 meter,” bebernya.

Selain kota Pekanbaru, beberapa daerah di Provinsi Riau seperti Kabupaten Pelalawan, Indragiri Hulu dan Dumai saat ini tengah diselimuti asap.

Jarak pandang di Kabupaten Pelalawan hanya 300 meter saja, kemudian Kabupaten Indragiri Hulu sama dengan Pekanbaru yakni 500 meter. Sementara Dumai sedikit lebih baik yakni 1 kilometer,” jelas Prakirawan BMKG Stasiun Pekanbaru, Sanya Gautami, Ahad (22/09).

Sementara itu untuk kualitas udara berdasarkan Partikulat (PM10) atau Partikel udara yang berukuran lebih kecil dari 10 mikron (mikrometer).

Nilai Ambang Batas (NAB) adalah Batas konsentrasi polusi udara yang diperbolehkan berada dalam udara ambien. NAB PM10 = 150 µgram/m3.

“Saat ini kualitas udara di Pekanbaru mencapai 528.28µgram/m3 atau dalam kategori berbahaya,”Tukas Sanya. (Rxp/Her)

BANNER PKBM

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.

Comment moderation is enabled. Your comment may take some time to appear.