Disertasi Tentang Drainase di Pekanbaru, Komala Sari Resmi Begelar Doktor Lingkungan

Baner Iklan 1, 2, 3

Pekanbaru – Komala Sari, mahasiswi program doktor Ilmu Lingkungan Universitas Riau membuat Disertasi tentang Pengelolaan Drainase di Kota Pekanbaru, Riau.

Ia berhasil mempertahankan disertasinya dengan judul “Evaluasi Pengelolaan Drainase Perkotaan Secara Berkelanjutan di Kota Pekanbaru”.

Saat ujian promosi terbuka program doktor, pada Jum’at (24/1/2020), di gedung serbaguna   pascasarjana kampus Gobah Universitas Riau, perempuan yang akrab disapa Mala ini mendapat apresiasi tim penguji, dengan meraih nilai A.

“Alhamdulillah tenang dan senang.Targetnya disertasi ini di pakai oleh Pemko Pekanbaru karena secara umum drainase di Pekanbaru bermasalah,” kata Mala.

Seperti diketahui, penelitian ini dilakukan di Kota Pekanbaru, tepatnya di Wilayah Pengembangan (WP) IV studi kasus Jalan Sudirman — Jl. Parit Indah (MTQ) — Jl. Arifin Ahmad dilakukan untuk mengetahui kondisi eksisting drainase dan mengevaluasi pengelolaan drainase.

Baner Iklan 1, 2, 3

Metode penelitian yang digunakan adalah metode survey dan pengujian secara matematis dengan menggunakan rumus Chezy, Manning dan Stricker.

Pada metode survey teknik pengumpulan informasi yang dilakukan dengan cara melihat kondisi eksisting di lapangan dan data dari Dinas Pekerjaan Umum Kota Pekanbaru.

Kata Mala, penelitian ini tidak membuat teori baru, akan tetapi lebih bersifat  mencari solusi dalam menyelesaikan permasalahan di lapangan (Problem Solving Research), sehingga dapat ditarik suatu rancangan pengelolaan drainase berkelanjutan di Kota Pekanbaru.

Hasil evaluasi dari pengelolaan drainase di Kota Pekanbaru lanjut Mala, yaitu pembangunan drainase tidak berpedoman dengan dokumen perencanaan, sehingga dimensinya tidak sesuai, drainase air hujan bercampur dengan air limbah, kurangnya peran stakeholder dalam mengelola drainase, kurangnya penegakan hukum yang tegas dari kelembagaan terkait.

Kemudian lanjut Mala, diketahui dapat juga menyebabkan terganggunya keseimbangan ekologi, tidak menguntungkan secara ekonomi dan berpengaruh negatif pada aspek sosial.

“Menindaklanjuti evaluasi tersebut, diperlukan upaya terintegrasi mulai dari perencanaan saluran drainase yang mempertimbangkan debit saluran rencana, yang selama ini dilakukan secara konvensional dapat dipadukan dengan beberapa metode ecodrain seperti lubang resapan biopori, sumur resapan, kolam konservasi dan penampungan air hujan,” ujarnya. (rel/kmps)

BANNER PKBM

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.

Comment moderation is enabled. Your comment may take some time to appear.