Delapan Warga Yaman Tewas Dalam Pemboman Membabi Buta Gerilyawan Al-Houthi

RIAUEXPOSE.COM, Aden, Yaman – Delapan warga Yaman tewas pada Rabu (7/11) akibat pemboman membabi-buta oleh gerilyawan Al-Houthi di dua daerah di negara Arab yang dicabik perang itu, kata beberapa sumber lokal.

Di Kota Pelabuhan Laut Merah Hodeidah, empat anggota satu keluarga tewas akibat serangan mortir dari gerilyawan Al-Houthi di Kabupaten Tuhyata.

“Sejumlah bom mortir mendarat di rumah warga di Tuhyata, sehingga empat anggota keluarga tewas, termasuk seorang anak kecil,” kata satu sumber medis yang tak ingin disebutkan jatidirinya kepada Xinhua –yang dipantau Antara di Jakarta, Kamis pagi.

Sementara itu, pusat media Brigade Imlaq, yang pro-pemerintah, menyatakan pertempuran masih berkecamuk melawan gerilyawan Al-Houthi, cuma beberapa kilometer dari Kota Pelabuhan Hodeidah, yang strategis.

Sejumlah petempur Al-Houthi tewas akibat bentrokan yang berlangsung dan serangan udara yang meningkat yang dilancarkan terhadap lokasi mereka dalam 24 jam belakangan ini, kata pusat media itu di dalam satu pernyataan.

Di tempat lain di Yaman, empat orang termasuk seorang perempuan tewas ketika gerilyawan Al-Houthi membom satu desa yang dikuasai pemerintah di Provinsi Adh-Dhalea di bagian selatan Yaman setelah penarikan mereka, kata beberapa sumber militer.

Sehari sebelumnya, pasukan pemerintah yang didukung oleh kendaraan lapis baja merebut sejumlah desa dari gerilyawan Al-Houthi di Adh-Dhalea, kata kantor berita yang dioperasikan negara, Saba.

Negara Arab tersebut telah terjerumus ke dalam perang saudara sejak gerilyawan Syiah Al-Houthi, yang didukung Iran, menguasai secara militer banyak provinsi di Yaman Utara, termasuk Ibu Kota Yaman, Sana’a, pada 2014.

Arab Saudi memimpin satu koalisi militer Arab yang ikut-campur di Yaman pada 2015 guna mendukung Pemerintah Presiden Abd-Rabbu Mansour Hadi setelah gerilyawan Al-Houthi memaksa dia hidup di pengasingan.

PBB telah memasukkan Yaman sebagai negara dengan krisis kemanusiaan paling besar di dunia, sementara tujuh juta warga Yaman berada di ambang kelaparan dan kolera, yang telah mengakibatkan kematian lebih dari 2.000 orang.   (ant)

Recommend to friends
  • gplus
  • pinterest

About the Author

Leave a comment