Candi Muara Takus Akan Dikembangkan, Sekda Minta Dukungan Seluruh Pihak

Baner Iklan 1, 2, 3

RIAUEXPOSE.COM, Bangkinang Kota – Pemerintah Kabupaten Kampar berkoordinasi dengan Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Sumatera Barat untuk melakukan berbagai Upaya dan program dalam pengembangan terhadap Candi Muara Takus.

Candi Muara Takus yang sangat terkenal dan telah berdiri berabad-abad yang lalu bukan saja menjadi benda peninggalan sejarah, lebih dari itu Candi Muara Takus telah menjadi salah satu Cagar Budaya dan icon dari Kabupaten Kampar yang menjadikan magnet sebagai daya tarik kepariwisataan di Kabupaten Kampar.

“Karena ini merupakan cagar budaya dan dibawah pengawasan Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Sumatera Barat, maka Pemkab Kampar perlu berkoordinasi untuk melakukan berbagai Upaya dan program dalam pengembangan terhadap Candi Muara Takus.” ujar Sekretaris Daerah Kabupaten Kampar, Yusri di Ruang Rapat Lantai III Kantor Bupati Kampar di Bangkinang, Jum’at (11/10).

Sekda menginginkan dalam pengembangan Candi Muara Takus sebagai magnet pariwisata di Kabupaten Kampar memandang dari berbagai aspek, baik sejarah, keaslian candi maupun dari sejarawan dan Ninik mamak setempat.

“Oleh sebab itu pengembangan yang dilakukan oleh BPCB ini harus dapat diterima dengan baik oleh seluruh pihak.” terangnya.

secara prinsip Pemkab Kampar sangat mendukung pengembangan Candi Muara Takus ini, dan juga pemerintah Kampar telah memiliki program dalam memajukan kawasan ini berupa pembangunan jalan, penyediaan kapal pariwisata maupun program terhadap pembangunan tol Sumbar Riau dimana exit tolnya berada di XIII koto Kampar.

Baner Iklan 1, 2, 3

“Sehingga tim BPCB Sumatera Barat, Pemkab Kampar dan, Ninik Mamak, Para sejarawan dan budaya dapat duduk bersama dalam melihat persoalan ini.” harapnya.

Sementara itu Kepala BPCB Sumatera Barat Nurmatias menyatakan bahwa BPCB akan melakukan pengembangan terhadap area Candi Muara takus dalam bentuk pembangunan Biopori sebagai resapan air dikala banjir, namun pembangunan ini tidak merubah landscap dan keaslian dari Candi Muara Takus.

“Oleh sebab itu kita minta dukungan dari Pemerintah Kabupaten Kampar dan masyarakat dalam pengembangan kawasan Candi yang menjadi salah satu daya tarik pariwisata di Riau ini, semoga ini dapat kita wujudkan.” kata Kepala BPCB Sumatera Barat Nurmatias.

Nurmatias mengatakan Kementerian Pendidikan dan Budaya RI telah mengucurkan dana sebesar Rp. 1.7 Milyar untuk pengembangan lokasi seluas 1,7 ha berupa pembangunan pagar, Drainase maupun terhadap pemugaran Candi yang mulai rapuh dan berlumut.

Sementara itu Ibrahim dari Tokoh masyarakat Muara Takus menyatakan bahwa pengembangan Candi Muara Takus telah dimulai sejak tahun 1984 yang lalu dimana terjadi pemugaran besar besaran, dia sebagai pekerja dan Ikut langsung terhadap proses pengerjaan, sehingga tau persis seperti apa Candi Muara Takus yang sebenarnya, oleh sebab itu ia meminta agar ini terus kawal untuk menjaga keaslian dari candi ini.

Sementara itu sejarawan Kampar Abdul Latief menyatakan banyak Pekerjaan Rumah kita dalam melihat Candi Muara Takus, perlu kita telusuri sejarah, sehingga kita tidak salah langkah.

Hadir pada kesempatan tersebut Kepala BPCB Sumatera Barat Nurmatias dan tim, Forkopimda Kampar, mewakili Kadis kebudayaan Provinsi Riau, Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kampar Zulia Dharma, sejarawan Abdul Latief, Ninik mamak XIII Koto Kampar, peneliti dan peduli sejarah serta kepala OPD dilingkup Pemkab Kampar.  (rxp)

BANNER PKBM

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.

Comment moderation is enabled. Your comment may take some time to appear.