Berantas Aksi Penangkapan Ikan Ilegal, Indonesia dan Kaledonia Baru Sepakat Jalin Kerja Sama Berantas “IUU Fishing”

RIAUEXPOSE.COM, Nusa Dua, Bali- Pemerintah Indonesia dan Kaledonia Baru sepakat untuk terus bekerja sama dalam memberantas aksi penangkapan ikan secara ilegal, tidak dilaporkan, dan tidak berdokumen (Illegal, Unreported, Undocumented/IUU Fishing).

Hal itu disampaikan oleh Menteri Luar Negeri RI Retno Marsudi usai bertemu dengan Presiden Kaledonia Baru Philippe Germain di sela-sela pelaksanaan “Konferensi Laut Kita” (Our Ocean Conference/OOC) 2018 di Nusa Dua, Kabupaten Badung, Bali pada Selasa.

Menurut Menlu Retno, pemerintah Indonesia dan Kaledonia Baru siap untuk terus bekerja sama di bidang kelautan mengingat kedua negara merupakan negara kepulauan dan Kaledonia Baru berada di tengah laut.

“Kami berbicara soal ‘ocean’. Kami sepakat untuk bekerja sama dalam pemberantasan ‘IUU Fishing’,” ujar Menlu Retno Marsudi.

Di Indonesia, Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti telah mengambil sikap keras terhadap aksi “IUU fishing”. Kebijakannya menenggelamkan kapal yang melakukan aksi tersebut telah dipuji secara nasional dan internasional.

Mengingat aspek transnasional dari IUU fishing, Indonesia dapat mengambil manfaat dari kolaborasi yang kuat dengan negara-negara terkait lainnya di kawasan.

Upaya pemerintah RI untuk mendorong kerja sama maritim di antara negara-negara dengan mengadakan Konferensi Laut Kita (OOC) 2018 di Bali mulai 29-30 Oktober akan benar-benar memperkuat Indonesia dalam melawan aksi penangkapan ikan secara ilegal.

OOC dipandang sebagai momentum bagi Indonesia untuk menyuarakan perjuangan yang kuat terhadap kejahatan penangkapan ikan secara ilegal sebagai prioritas utama.

Konferensi itu juga memberi kesempatan bagi Indonesia untuk menekankan kembali komitmen dalam sektor perikanan berkelanjutan, ekonomi biru berkelanjutan, dan keamanan maritim.

Perhelatan Our Ocean Conference (OOC) 2018 di Bali Nusa Dua Convention Center, 29 s.d. 30 Oktober 2018 merupakan ajang penting bagi pemerintah Indonesia.

Indonesia dipercaya untuk menjadi negara pertama di Asia yang melaksanakan Our Ocean Conference kelima ini. Hal itu menunjukkan bahwa Indonesia dipandang mampu dalam memperjuangkan isu kedaulatan dan hak laut, baik melalui diplomasi maritim maupun kebijakan dalam negeri.

Dengan menjadi tuan rumah OOC 2018, Indonesia akan menunjukkan kepemimpinan di bidang kelautan dan perikanan, terutama dalam menangani ancaman terhadap laut Indonesia.   (ant)

Recommend to friends
  • gplus
  • pinterest

About the Author

Leave a comment